Perahu Kertas : Terlalu Cepat Berlari, Namun Tetap Indah

Ini ketiga kalinya saya nulis tentang Perahu Kertas. Masih pada belum bosen kan? Well, inilah tanggapan saya tentang film yang baruaja realese tanggal 16 kemarin. Sebelumnya, salam Neptunus dulu yuk! *sambil angkat tangan ke kepala*

Buruan nonton!

Perahu Kertas the Movie. Rasa “damai” udah kerasa banget sejak prolog film. Diiringi back sound yang romantis dan easy-listening abis, kita disambut dengan pemandangan bawah laut, pantai, dan Kugy yang menaiki perahu sambil menikmati ombak. Sebagai pembuka, adegan ini sukses banget “memaksa” penonton untuk duduk manis mengarungi adegan-adegan selanjutnya.

Selanjutnya, kita akan dibuat nyaman dengan berbagai setting tempat adegan yang oke punya. Semuanya serba artistik, mulai dari kamar kos Kugy, kamar Keenan yang penuh dengan lukisan, sakolah alit, dan warung pemadam kebakaran. Taruhan deh, pasti pada pengen ngrapiin dan ngehias kamar habis nonton Perahu Kertas haha *sambil nunjuk diri sendiri*. Selain itu, nggak usah khawatir dengan kemampuan acting Maudy, Adipati, Reza Rahardian, dkk. Semuanya sukses menjiwai peran mereka masing-masing. Siap-siap dibikin ngakak juga sama acting Noni dan Eko, serta Hanung Bramantyo yang turun langsung jadi bencong penggemar lukisan. Selain itu, salut buat hal-hal detail yang diperhatiin banget sama Hanung, mulai dari uang 10ribuan jaman dulu sampe handphone Nokia 5110. Setidaknya, barang-barang itu lumayan bisa menambah suasana jadul (setting 1999an) di antara suasana modern yang film ini berikan. Beneran nggak begitu kerasa kalo adegan itu terjadi tahun 2000an awal lho!

Buat yang belum tahu cerita Perahu Kertas, saya nggak bakal bahas sinopsisnya disini hehe. Kenapa? Karena, menurut saya, novel ini terlalu sayang buat disingkat-singkat. Setiap lembar akan membuat kamu semakin penasaran sama alur ceritanya walau kamu udah bisa nebak akhirnya bakal gimana (Keenan-Kugy will be happy together). Well, beli atau download versi pdfnya deh, pasti nggak bakal nyesel!

Nah, karena novel aslinya yang begitu indah itulah muncul satu-satunya kekecewaan saya dari film ini. Yup, kekecewaan yang sebenarnya sudah saya duga sejak awal dan emang selalu jadi masalah buat film yang diadopsi dari novel : banyak adegan terpotong. Kerasa banget kalo skenario film ini cuma 50% dari novelnya. Imbasnya, film ini terkesan terburu-buru. Cepet banget berubah setting, adegan, dan sebagainya. Saking berasa “lari”-nya, saya sempet mikir juga apa bener film ini dibuat di dua bagian. Eh, ternyata memang bener. Setelah Noni Eko menikah dan Kugy Keenan kembali bertemu, Perahu Kertas bagian 1 selesai.

Okay, semoga deh ya. Perahu Kertas bagian kedua nggak se-terburu-buru yang bagian pertama. Semoga juga, makin banyak orang yang terinspirasi sama film dan novel ini sehingga nantinya banyak karya-karya yang nggak kalah berkualitas sama karya satu ini. Salam Neptunus :)

Ternyata, “Perahu Kertas” Berlayar dalam Dua Babak!

Penantian 16 tahun untuk sebuah film, wow!

Beberapa hari menjelang premiere salah satu film yang saya tunggu tahun ini, Perahu Kertas, dan saya makin semangat untuk menantinya. Pertama, karena ini adalah novel favorit saya dan saya penasaran banget sama versi filmnya. Kedua, karena saya barusan baca kulitweet behind the scene pembuatan Perahu Kertas dari @rezagunawan, suami dari penulis Perahu Kertas, Dee Lestari. Keren, cuy!

Dalam beberapa tweetnya, @rezagunawan menceritakan bahwa sebelum membuat kisah Perahu Kertas, Dee Lestari terinsiprasi dengan konsep cerita bersambung di majalah. Kapan mbuatnya? Tahun 1996! Benar-benar ketika tahun dimana Maudy Ayunda, pemeran Kugy dalam Perahu Kertas, masih berumur 2 tahun (dan saya 3 tahun, haha). Format cetak Perahu Kertas sendiri dibuat pada tahun 2007. Format ini merupakan format ketiga setelah pertama kali dibuat tahun 1996 dan format digitalnya tahun 2006. Pada tahun 2008, Perahu Kertas siap difilmkan dan Dee Lestari sendirilah yang menulis skenarionya. Gilanya, setelah skenario selesai, ternyata adegan novel tersebut cukup untuk 2 film. Mana ada produser yang mau? Jadilah Dee harus mempersingkat skenario tersebut jadi 50% novel. “Mempersingkat skenario #perahukertas sebanyak 50% bukan perkara sekedar tega pangkas adegan, tapi pelihara grafik dan ritme kisahnya”, begitu kata @rezagunawan. Kamar tidur mereka pun jadi saksi perjuangan Dee. Puluhan post-it berisi adegan bertebaran di ranjang selama berhari-hari demi penyingkatan tersebut.

Akhirnya, skenario tersebut bisa dipangkas menjadi durasi 110 menit. Namun ternyata oh ternyata, setelah proses produksi, shooting, dan sebagainya, tiba-tiba ada berita bahwa durasi shooting bersih adalah 4,5 jam. Hanung Bramantyo sebagai sutradara pun memutuskan bahwa film ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama meluncur pada 16 Agustus nanti, sementara bagian kedua tayang dua bulan setelahnya. Yah, bersambung. Penasaran lagi dong ntar.

But anyway, semoga film bersambung ini tetep ngasih greget ke penontonnya deh. Selamat menanti berlayarnya Perahu Kertas!

Perahu Kertas Siap Berlayar Lebaran!

Aku ingat. Buku ini yang pertama kali memaksaku membacanya di laptop dan akhirnya menyerah setelah menghabiskan setengah bukunya. Aku ingat, di awal aku ragu tapi pada akhirnya aku jatuh cinta. Inilah novel yang filmnya akan berlayar di bioskop Lebaran mendatang, Perahu Kertas. 

Tiga hari yang lalu teaser-nya diupload. Kesan pertama? Keren. Aku memang bukan orang yang ngerti sinematografi. Tapi sebagai orang awam, aku menikmati banget suasana sejuk dan sedih yang didapet dari musiknya. Romantis dan makin bikin penasaran.  Lain dari itu, rasanya pengen banget baca ulang Perahu Kertas. 

Perahu Kertas the movie diperankan oleh Maudy Ayunda sebagai Keenan dan Adipati Dolken sebagai Kugy. Yup, pasangan yang sama dengan film Malaikat Tanpa Sayap. Mungkin salah satu alasan terpilihnya mereka adalah karena chemistry di antara mereka emang udah bagus. Tapi, kok menurutku muka mereka terlalu imut untuk Kugy dan Keenan ya? Jujur bayangan Kugy Keenan ku nggak seimut mereka. Entah karena bayangan Kugy Keenan-ku yang terlalu dewasa atau emang karena aku belum liat mereka sebenarnya. Namanya juga baru lihat potongan film.

inilah Kugy....lagi ngobrol sama @deelestari :)) *ayo tebaaakk* --> kata2 Fanpage Perahu Kertas

Bagaimanapun juga, aku akui Hanung Bramantyo cs cukup sukses dalam memanfaatkan kuatnya penggemar novel Perahu Kertas itu sendiri. Selain udah gembar-gembor film sejak lama, mereka juga sukses bikin penggemar novel tebak menebak siapa pemeran Kugy Keenan cs. Lihat aja foto yang mereka post di fanpage Perahu Kertas Februari lalu. Sukses lho ya :p Makin nggak sabaaar!