
Desain Kaos buatan kalian emang bikin terharu :’)
Teruntuk teman luar biasa. Berulang kali kita bercerita, namun sayang belum dalam versi tulisnya. Demi kenangan saat kita udah kakek nenek nanti, ini untuk kalian. Big thanks!
“Kamu besok lari, mbak?,” tanya adikku saat aku menjemputnya
“Nggak tahu. Ngapa emang?”
“Emm, nggakpapa …” jawabnya mengundang banyak tanya.
“Nggakpapa”. Itulah awal dari kecurigaan. Entah untung atau sayangnya, aku hanya menganggap tanda tanya tersebut sebagai sebuah angin lalu. Tak ada yang berbeda malam itu, aku pun terlelap dalam hangatnya selimut dan final FA Chelsea Liverpool.
Pagi datang dan berisik di depan rumah sempat menggangguku. Suara apa sih pagi-pagi gini? Aku memutuskan untuk tak peduli dan melanjutkan tidurku. Masih pagi, masih jam 5.00. Aku pun bersamaan menunda lari pagiku.
“Aniiiin ..” kudengar suara seseorang yang familiar memanggilku. Siapa sih ….
Taraaaaa, selamat datang kejadian Speechless #1. Empat orang teman terbaik : Iwin, Andre, dan Angel, serta teman SMA, Restu. Mereka membangunkan tidurku. Mereka menyambut hari ulang tahunku. Sukses, aku pun terdiam, ini jam berapaaa?
Mereka lengkap dengan jaket dan mata pandanya. Aku tahu, mereka sudah melakukan hal luar biasa pagi itu. Lu-ar-bi-a-sa. Mereka pun membawa tumpeng yang lengkap dengan nama ‘anin’ dan ‘19’ di sana. So sweet, ini pertama kalinya sebuah mimpi nggak sengaja dan konyol jadi kenyataan. It’s … over my head.
Hari itu berlalu dengan sangat menggembirakan. Ucapan datang, harapan datang. Nggak di dunia nyata, nggak di dunia maya. Aku pun nggak sengaja bertemu Andre di facebook.
“Tunggu kejutan lagi ya…”
“Apalagi emang?,” jawabku penasaran
“Tunggu aja ..”
‘Oke’ menjadi jawaban singkatku saat itu. Nggak ada yang kubayangkan, kubiarkan semua itu berjalan seperti biasa agar kejutan mereka pun sukses. Suatu malam, Iwin sms.
“Besok aku mau wawancara kamu ttg kain sutera. Ketemuan jam 10 ya”
Ini apa lagi? Bisnis kain sutera? Apaan lagi sih ni anak-anak Manajemen. Produktif amat mau bikin bisnis, kain sutera lagi. Alamak, mau nyaingin pedagang chaiya-chaiya aja.
Belum jam 10 keesokan harinya, aku udah ketemuan sama Iwin. Tapi nggak cuma dia, ada juga Yasti sama Andre. Disusul tiba-tiba ada Ribka sama mas Cleo. Yang aku pikirkan sekarang, kok aku nggak curiga ya? Perasaan mas Cleo bukan anak Mene. Dia juga tiba-tiba nyalamin aku. Apa-apaan. Apa-apaan juga kamu nggak sadar, Nin?
Dan ketika Angel dateng, semuanya pun jelas. Mereka menunggu Angel untuk memberiku kejutan ini. Sebuah kaos dengan wajahku di bagian depan dan wajah mereka di bagian belakang. Oke, speechless #2. Kalo biasanya aku lihay ngusilin orang lain dengan segala trik dan tipu daya, kenapa aku sekarang malah jadi korbannya? Biasanya juga aku sadar sama hal-hal aneh, kenapa sekarang ngga? Aku bilang kejutan kalian itu rapi sekali. Rapi luar biasa.
***
Taukah kalian? Aku terharu dengan semua ini. Aku terharu melihat kalian bangun jam 4.00 pagi, menembus jalanan, membawa tumpeng, saling menjemput, dan segalanya demi mengucapkan selamat ulang tahun, Anin. Aku juga terharu dengan rencana kalian yang begitu rapi.
Ohya, Andre bilang ini ide Iwin. Maka, aku berikan kredit luar biasa yang pertama ini ke kamu : Iwin sang koordinator grebek yang hebat. Mengkoordinir teman hampir nggak ada bedanya sama mengkoordinir pacar. Jangan tidur malem ya, jangan lupa nyalain alarm, jangan ini itu ya … Atau mungkin bahkan, met tidur, mimpiin aku ya *gubrak*. Hebat. Itupun ia lakukan untuk Andre. Andre dan Iwin *diam*. Kredit juga buat kamu yang udah susah payah nyari nomer adekku, merapikan kaos, nyiapin tumpeng, jadi saingannya Pedrosa pagi-pagi, jagoan ijin ke semua orang, sampe nyebar warta kalo aku ulang tahun kemana-mana. Diselamatin orang yang baru pertama kali aku tahu itu lumayan gimana lho ya …
Tangan di atas yang serupa juga aku berikan untuk Andre, Angel, Yasti, mbak Siska, mas Cleo, dan Restu untuk semuanya. Walaupun pada akhirnya yang dateng ke rumah pagi-pagi udah kena seleksi alam, tapi itu tetap membuatku terharu. Andre, partnerku yang luar biasa. Nggak di kelas, berbagai kelompok, Asmat, atau bahkan Gotri dan toko sepatu obral, kamu partner yang hebat. Makasih ya, Andrean Indra Aja Ya. Pasti kamar kosmu juga dah jadi basecampnya Asmat, kan? Makasih, kamar garasi! Untuk Angel dan Restu, tangan di atas untuk perjuangan paginya. Aku tahu Angel seorang yang sering terlambat *sebelas duabelas sama aku*, aku pun tahu bahwa Restu lumayan susah bangun pagi kalo libur. Itu luar biasa gila
Ketika mulut tiba-tiba membisu, kata-kata lah yang mengekspresikan segalanya. Thanks, guys. I love you all







